Gerakan Aksi Himdos, Biarlah Tanah dan Darah Menjadi Saksi atas perjuangan dari Generasi ke-Generasi.

Bima ~ Media Aspirasi ~ Gerakan massa aksi demonstrasi, Himpunan Mahasiswa Donggo Soromandi (HIMDOS) menduduki kantor perwakilan rakyat daerah DPRD Kabupaten Bima, dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian, pada hari Jum'at (09/07/2021). 


Dalam pantauan wartawan, di kantor DPRD kabupaten Bima, massa Aksi Himdos melakukan aksi menggedor-gedorkan beberapa ruangan komisi, namun dihalangi oleh pihak kepolisian. Disaat-saat menyampaikan Aspirasinya dengan beberapa keperluan demi kemaslahatan mensejahterakan masyarakat. 


Sesuatu yang disampaikan saat orasi ilmiah oleh Jenderal lapangan (JENLAP) Jaharudin Alexander. Biarlah tanah dan darah menjadi saksi atas perjuangan dari generasi ke generasi.

Selebaran, Pembagunan merupakan salah satu unsur penting untuk kemajuan dan perubahan di suatu wilayah. Jika pembangunan itu berjalan lambat maka yakin dan percaya, bahwa proses perputaran ekonomi tentu mengalami keterlambatan.


Perban harus dari cara pandang keluh kesan yang dialami masyarakat, mengapa kesadaran pemerintah dalam mengoptimalkan segala kebutuhan masyarakat dapat dilihat dan dikerjakan berdasarkan tahapan-tahapan yang ada.


Mengapa masalah yang menjadi prioritas setiap gerakan yang dibangun oleh mahasiswa adalah masalah, tidak ada pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Persoalan di Donggala merupakan sebagai bagaian dari persoalan kabupaten adalah bagian dari Kabupaten Bima.


Persoalan jalan keturunan matahari pilih dan desa pala mau ke Kecamatan donggo dibiarkan terus menerus terus menerus dan menimbulkan korban jiwa dengan ini kami sampaikan.


Mendesak DPRD Kabupaten Bima untuk memperbaiki Jalan Desa o,o Desa ndano na'e desa mpili dan desa palama Kecamatan donggo.


Menjeda mendesak DPRD Kabupaten Bima agar memperhatikan beasiswa pendidikan S1 dan S2. 


Sebelum membubarkan diri, massa Aksi memberikan ketegasan. Hari ini kami dengan beberapa alasan yang kami sampaikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat pada dasarnya semua pemerintahan rakyat agar dapat bertemu dengan kita hari Senin.


"Maka dengan ini kami mengecam keras dan menolak untuk audiensi untuk hari ini karena kami tidak mau diwakilkan oleh wakil ketua DPRD, yang diinginkan adalah ketua DPRD Kabupaten Bima, bukan kepada kroni-kroninya,"tutupnya.(MA/6).