Tampilkan postingan dengan label hukrim. Tampilkan semua postingan


Bima, Media Aspirasi.- Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) Mataram melakukan Audensi dengan Kejati NTB terkait indikasi korupsi pembangunan proyek IKK Air Bersih Kecamatan Woha Kabupaten Bima Tahun 2016 yang diduga kuat yang merugikan keuangan negara milyaran rupiah.

Mereka menuntut Kadis Perkim selaku dinas terkait harus bertanggung jawab atas kegagalan proyek IKK Woha, Ketidak jelasan transparansi anggaran oleh dinas terkait dari beberapa audiensi oleh masyarakat setempat tentang masalah proyek IKK Woha terutama Desa Samili sebagai tempat lokasi pembangunan proyek air bersih menimbulkan keraguan bahwa proyek IKK Woha terindikasi korupsi karena ditemukan kejanggalan kejanggalan bestek pekerjaan yang tidak sesuai SOP.

Dalam forum audiensi, Ketua IMBI menyampaikan bahwa kasus ini akan terus dikawal dan dipresure sembari melakukan pengumpulan data tentang kegagalan proyek tersebut untuk dilaporkan secara resmi di Kapolda NTB berdasarkan instrumen dan standar berkas yg diarahkan oleh Kejati NTB.


Pada sisi lain Rian Wijaya mantan Ketua Cabang HMI MPO Cabang Mataram menjelaskan tentang Jumlah anggaran sekitar 5.6 M utk IKK woha dan proyek ditangani oleh PT Sari Ika Dina, namun proyek tersebut tidak diimbangi antara jumlah anggaran dengan kualitas proyek mulai dari banyaknya pipa induk dan pipa penyaluran yang tergeletak diatas permukaan tanah yang seharusnya di tanam sedalam 1 meter sampai pada banyaknya fasilitas sarana dan prasarana yangg rusak sebelum masanya.
Kemudian Pihak kejati mengapresiasi adanya kesadaran Pemuda dan Mahasiswa dalam rangka mengawal tentang pembangunan daerah, dan akan menangani secara serius tentang lapora-laporan apabila benar-benar ditemukan indikasi KKN. (MA.2)

Suasana mencekam saat warga Desa Sanolo dan Desa Sondosia saling serang

Bima,Media Aspirasi.- Peristiwa menegangkan terjadi di Kecamatan Bolo. Dua desa tetangga, Desa Sondosia dan Desa Sanolo bentrok dan saling serang.
Bentrok dipicu adanya salah satu warga Desa Sondosia yang mencoba membacok warga Dusun Sonco Desa sanolo, Jum’at (26/5/18) sekitar pukul 17:10 Wita.

Informasi yang dihimpun
media ini, korban  Frs (18), warga Dusun sonco sedang mencari takjil untuk berbuka puasa di sore hari langsung dibacok oleh Seorang warga Desa Sondosia. Beruntung korban tidak mengalami luka serius.

Akibat aksi pembacokan tersebut, warga dusun sonco tersulut emosi langsung menyerang Warga Desa Sondosia. Beruntung kesigapan satuan Brimob Subden A menghalau warga yang mencoba menembus barikade aparat.

Satuan brimob melakukan tembakan peringatan supaya mengurun
gkan niat warga menyerang.

Namun nahas, tembakan peringatan tersebut mengenai salah satu warga Dusun yang baru pulang dari Masjid melaksanakan Sholat Magrib, korban bernama firdaus langsung dilarikan ke Puskesmas Woha",

Dari hasil pemeriksaan Dokter korban mengalami luka robek
tembak di paha bagian belakang.

Setelah ada korban penembakan masyarakat setempat langsung memblokade jalan,tidak lama setelah masyarakat memblokade jalan,datang satuan Polisi Patmor membubarkan masyarakat dengan melakukan tembakan peringatan.

Setelah dilakukan pembukaan blokade jalan suasana tampak aman terkendali
Terlihat Kapolres Bima AKBP Satrio Bagus Wibowo SIK melakukan pendekatan persuasif terhadap masy
arakat guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Bima AKBP Satrio Bagus Wibowo SIK yang di temui di TKP
, tentang bagaimana tindak lanjut dari pihak Polres Bima terkait kejadian ini, “Kami sedang mendalami perso'alan ini dan akan melakukan pendekatan Persuasif terhadap masyarakat,guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.Pungkasnya (MA2).

Foto: Warga Desa Timu, Nenek Aminah
Bima, Media Aspirasi- Kasus pemukulan Nenek Mahani, warga desa Timu Kecamatan Bolo oleh Staf Desa Timu Kecamatan Bolo, Mustakim, telah disidangkan dan diputuskan oleh Pengadilan Negeri Bima, Kamis (3/5). Sesuai putusan hakim, pelaku hanya divonis  untuk membayar denda Rp 300 ribu. Terkait putusan itu, Nenek Mahani dan keluarga tidak terima dan akan melakukan banding.

“Kita tidak terima putusan itu. Naik banding adalah langkah yang harus ditempuh, ” ujar Nenek Mahani saat dikonfirmasi di kediamnnya, Minggu (6/5).


Nenek Mahani mengaku kecewa dengan putusan hakim saat itu. Mestinya kata dia, pelaku harus menjalani hukuman penjara karena telah melakukan tindak pidana murni terhadapnya, yakni meludahi serta memukul.

“Saya dipukul dan diludahi, kenapa pelaku dilepas dan hanya didenda dengan uang Rp 300 ribu, ” herannya.


Dimintai tanggapan terkait hal itu, Mustakim selaku terdakwa dalam kasus tersebut mengaku akan tetap taat hukum. Jika dipanggil oleh penegak hukum terkait kasus tersebut, pihaknya akan mengindahkannya. Terkait niat pihak korban untuk melakukan upaya banding, dirinya tidak merasa keberatan karena itu menyangkut hak.

“Kalau proses hukum masih berlanjut, saya akan ladeni, itu saja, ” ungkap Mustakim menutup.


Sementara itu, Kapolsek Bolo AKP Muhtar Hi S Sos mengungkapkan, pihaknya telah bekerja secara maksimal terkait kasus tersebut. Bahkan  penanganan perkara telah dilakukan sesuai protap serta UU  yang muaranya mengacu pada keputusan hakim.



Pasca putusan hakim dibacakan, keluarga dan korban keberatan dan menangis histeris. Karena menganggap putusan tersebut tidak adil. "Walaupun demikian, keputusan tersebut harus diterima dengan legowo,” pungkas Kapolsek. (MA1)

Foto : Nuraisiah saat memberikan keterangan di Polsek Bolo.
Bima, Media Aspirasi- Kepala UPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa) Kecamatan Tambora, Ir Mansyur H Abas diadukan ke Polisi oleh istrinya (Nurasiah) di Mapolsek Bolo, Sabtu (15/4). Pengaduan itu lantaran yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Edison, kakak kandung Nurasiah ditemui di Mapolsek Bolo mengungkapkan, oknum KUPT Dispertapa tersebut menyerunduk motor yang dikendarai sang istri dengan mini bus. Insiden itu terjadi di jalan lintas Bima-Dompu, tepatnya di Dusun Muku Desa Sanolo, sekitar Pukul 15.30 wita, Sabtu (15/4).

"Adik saya ini lagi kendarai motor, tiba-tiba diseruduk oleh Mansyur menggunakan mini bus. Akibatnya, adik saya tersungkur hingga mengalami luka bagian muka dan lutut kirinya," ungkap Edison.

Atas kejadian itu, keluarga Nurasiah mengadukan Mansyur ke Polsek Bolo. Pihak keluarga menegaskan tindakan oknum tersebut harus mendapatkan konsekuensi hukum.

"Tidak ada ampun, masalah ini harus ada konsekuensi hukum, " tegasnya

Dibeberkan, tindak kekerasan yang dilakukan Mansyur pada istrinya kerap terjadi. Bahkan diakui, keduanya tidak pernah akur selama menjalani kehidupan rumah tangganya.

"Persoalan ini sudah sering dilakukan Mansyur terhadap istrinya. Tindak penganiayaan kerap terjadi," bebernya.

Karena itu, dia berharap pihak kepolisian mengusut sesuai proses hukum yang berlaku. Karena hal itu dinilai sebagai bagian dari rencana pembunuhan.

"Saya harap polisi usut sampai tuntas demi menjalankan supremasi hukum," tegasnya.

Istri KUPT Dispertapa, Nurasiah yang dikonfirmasi dihadapan Polisi membenarkan kejadian itu. Dirinya mengaku trauma akibat niat jahat Mansyur karena menyangkut keselamatan jiwa dan raganya.

"Untung ada warga di Dusun Muku yang datang membantu saya. Kalau tidak, sudah pasti saya akan dianiaya oleh Mansyur,” ujar Nurasiah.

Dia menceritakan, sebelum diseruduk, dirinya dibuntuti sebuah minibus yang dikendarai Mansyur. Hingga berada di Dusun Muku Desa Sanolo motor pun dihentikan dengan alasan disitu banyak warga akan membantu.

"Saat diseruduk, saya terjatuh di parit. Lalu saya bangun dan sempat menyelamatkan diri dari niat jahat Mansyur. Beruntung ada warga sekitar lokasi kejadian yang menolong saya, " beber Ibu tiga anak itu.

Sementara itu, Kapolsek Bolo AKP Muhtar HI SSos membenarkan telah datang warga Desa Sanolo, Nurasiah ke Polsek setempat untuk mengadukan kejadian itu.
"Benar ada warga Sanolo yang datang ke kantor terkait KDRT. Namun masih tahapan delik aduan saja, " pungkasnya. (MA2)

Foto: Pelaku bandar togel bersama barang bukti diamankan anggota Polres Dompu
Dompu, Media Aspirasi-Seorang bandar togel, Sadik diciduk anggota Polres Dompu yang menggelar Operasi Pekat Gatarin, Sabtu (14/4). Pria 52 tahun itu ditangkap di kediamannya, Lingkungan VI Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja.

Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat. Mendapat informasi tersebut, Tim Opsnal Operasi Gatarin langsung mendatangi rumah pelaku.

"Pelaku diciduk di depan rumahnya saat sedang merekap angka togel," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni uang tunai sebesar Rp 180 ribu, enam buah pulpen, 59 kartu ATM BRI, satu buah handphone Samsung, dua buah handphone Nokia dan satu buah buku mimpi.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Dompu untuk diproses lebih lanjut," pungkasnya.

Giat Operasi Gatarin digelar selama sebulan kedepan. Guna menekan tindak pidana yang terjadi ditengah masyarakat. Seperti narkoba, miras, perjudian dan berbagai tindak pidana lainnya. (MA5)


Foto: Ketua Persatuan Wartawan Bolo Madapangga (PWBM), Syaiful, IB, SH

Bima, Media Aspirasi - Persatuan Wartawan Bolo Madapangga (PWBM) melaporkan akun Facebook Rizal SilaRato ke Polsek Bolo, Minggu (4/3). Laporan itu disampaikan atas dugaan mendiskreditkan terhadap insan Pers yang diposting akun tersebut Jum’at (2/3) lalu.
“Kami tidak terima status yang dibuat oleh akun Facebook yang bernama Rizal SilaRato. Karena yang dilontarkannya sungguh menyakiti hati insan pers,” tegas Ketua PWBM, Syaiful IB SH, Minggu (4/3).

Terkait dugaan yang menyudutkan pekerja kuli tinta itu, Ketua PWBM menegaskan tidak akan tinggal diam. Karena apa yang disampaikan dinilai telah melecehkan profesi jurnalis.
“Ini sudah keterlaluan. Selayaknya mendapat konsekuensi hukum, ” ujar pria yang akrab disapa Iphul Sila itu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bima Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Suryadin mengatakan, unggahan pemilik akun Rizal SilaRato itu dianggap sebagai pelecehan terhadap Insan Pers.
“Rizal sudah jelas memprovokasi publik sekaligus menggiring ke sisi negatif. Sehingga kecaman beruntun mengarah ke insan pers, ” jelas Suryadin yang juga  Pimpinan Umum Media Nusantara.

Kata Dia, publik (masyarakat) berhak menilai dan memberikan kritikan atau masukan yang bersifat membangun terkait pemberitaan media massa. Sebaliknya, ketika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitan, bersangkutan berhak memberikan klarifikasi kepada media dimaksud. Namun, ketika kritikan itu menyentuh hal hal yang privasi, itu tidak dibenarkan. Apalagi menyudutkan profesi wartawan secara umum.
“Bersangkutan (Rizal Silarato), Mestinya jangan menyentuh secara umun. Lebih lebih hingga pada persoalan cari makan gonogini. Saya sesalkan hal ini, ” jelasnya.

IMO Kabupaten Bima akan memfasilitasi bilamana, Rizal Ratosila memiliki niat baik untuk datang dan memberikan klarifikasi kepada teman teman wartawan yang bertugas di wilayah Bolo. Langkah ini agar persoalan tersebut tidak berlarut larut, ” ungkap Suryadin.

Foto: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bima Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Suryadin

Kapolsek Bolo, AKP Muhtar HI S Sos membenarkan telah menerima delik aduan yang disampaikan wartawan yang ada di Bolo Madapangga. Terkait hal itu, pihaknya berjanji akan menyikapinya.
“Kita sudah terima delik aduan sejumlah jurnalis tersebut. Langkah selanjutnya, kita akan pastikan identitas, berikut alamat lengkap yang bersangkutan agar bisa dilakukan pemanggilan, ” ungkap Kapolsek Bolo.

Menyangkut adanya laporan tersebut, Pimpinan Perusahaan Media Aspirasi.Com, Armin Pane, berupaya meminta klarifikasi pemilik akun Facebook Rizal SilaRato. Pada kesempatan itu, Rizal SilaRato menyampaikan permohonan maaf lewat status klasifikasinya.
“Dalam postingan tersebut, yang bersangkutan juga mengaku tidak bisa memberikan keterangan kepada pihak kepolisian lantaran tengah berada diluar kota, ” ungkap Armin Pane.(MA2)




Bima, Media ASPIRASI online.- Masyarakat kota dan Kabupaten Bima kembali diresahkan oleh para pelaku Curanmor. Para pelaku yang terbilang nekat ini tidak pilih target. Di mana saja dan siapa saja. Asal ada kesempatan mereka langsung beraksi.

Kali ini menimpa Seorang warga keluraham Penatoi Kota Bima tepatnya di Rt.11/Rw.03, bernama Gufran. Salah satu karyawan swasta di Bank Sinarmas ini, menuturkan, motornya yang hilang yaitu motor jenis Honda, dengan merek Vario 150 eksklusife, dengan nomor polisi EA 2918 S keluaran tahun 2015. Kejadian Curanmor tersebut terjadi pada Sabtu (17/2/18) lalu Pukul 3 dini hari.

Tambahnya, setelah mengetahui bahwa motornya hilang, korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Polres Bima Kota, dengan nomor laporan STTLP/84/II/2018/NTB/Res Bima Kota.


“Saya berharap pada pihak kepolisian Bima Kota agar secepatnya menemukan pelaku Curanmor tersebut, dan di hukum sesuai UU yang berlaku. Harapnya. (MA3)

Media Aspirasi

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-1/28058894_154659935237247_4957512967608122509_n.png?oh=e15685f3106e957bc4d1d59cfa11f58c&oe=5B124344} Media online dari koran cetak Media ASPIRASI, yang merupakan media lokal di Bima, Nusa Tenggara Barat. Dengan Motto "Mengupas Data Penuh Fakta" {facebook#https://www.facebook.com/mediaaspirasi/} {twitter#https://twitter.com/MediaAspirasi} {google#https://plus.google.com/117226584361409169797}

Aden KT

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-1/p160x160/18814149_1215037451951634_2575455190579377800_n.jpg?oh=ec906f093d30d091ff2f320adccd3d0e&oe=5B0872D2} Admin Website sekaligus penulis di Media ASPIRASI .online {facebook#https://www.facebook.com/mustamin.mnur} {twitter#https://twitter.com/} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.