Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Foto: Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi M Jufri saat menjawab pertanyaan peserta seminar sehari.
Bima, Media Aspirasi- Lembaga Perhimpunan Da'i dan Ulama (LPDU) Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima menggelar seminar sehari. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan Satgas sinergisitas antar Kementerian/ Lembaga Tahun 2018 wilayah NTB.

Kegiatan yang berlangsung di Paruga Nae Bolo, Rabu (14/11) tersebut bertema "Merajuk silaturrahmi sebagai ikhtiar membangun Indonesia damai".

Ketua Lembaga Perhimpunan Da'i dan Ulama (LPDU) Kecamatan Bolo, Ustadz. Abubakar H Abdullah SPd menyampaikan bahwa kegiatan ini diprakarsai oleh teman- teman BNPT dalam rangka merajut silaturahmi antar sesama. Yakni untuk menyatukan persepsi dalam hal memerangi semua permasalahan yang terjadi saat ini.

"Kegiatan ini kita undang pemateri dari Polres dan Kodim Bima. Bahkan sosilog Alumni Universitas Indonesia Jakarta," ujarnya.

Terkait dengan penyampaian pemateri dalam kegiatan tersebut sangat bagus diterapkan dalam kondisi yang saat ini. Karena realita yang terjadi, pola penyampaian melalui ceramah diatas mimbar kurang menyentuh hati warga. Sehingga pola itu harus diubah melalui pendekatan. Untuk lebih mengetahui apa permasalahan dan bisa dicarikan solusinya.

“Kita akan terapkan pola pendekatan secara persuasif. Karena dinilai mampu menyentuh hati warga," tuturnya.

Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi M Jufri meminta kepada seluruh Da’i dan Ulama yang ada di Kecamatan Bolo agar meningkatkan strategis dalam rangka menghadapi tantangan global yang terjadi akhir-akhir ini. Dikarenakan secara makro kondisi pertumbuhan penduduk yang besar dibarengi dengan munculnya berbagai masalah ditengah kampung. Dan lebih krusial yaitu generasi sedang digerogoti oleh berbagai macam persoalan seperti LGBT, Narkoba dan lainnya.

Untuk menghadapi masalah itu, Da’i dan Ulama membutuhkan terobosan baru. Salah satunya tidak cukup memberikan ceramah di mimbar saja. Melainkan harus dilakukan secara pendekatan persuasif.

“Kalau sudah dilakukan pendekatan. Permasalahan yang dihadapi warga mampu kita gali. Sekaligus bisa kita berikan solusinya," terangnya.

Kata dia, terobosan yang mesti dilakukan oleh Da’i dan Ulama yakni mengajak masyarakat untuk berbuat ramah antar sesama. Dalam hal ini, Da’i dan Ulama harus turun langsung ditengah masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan warga. Yakni menebarkan senyum serta bersapa dengan mengucapkan salam.

“Senyum dan salam harus menjadi menu sehari hari bagi Da’i dan Ulama saat berinteraksi dengan warga. Sehingga tercipta desa yang ramah,” pintanya.

Selain itu, Da’i dan Ulama harus responsif dalam setiap permasalahan yang terjadi. Yakni, jika terjadi masalah di tengah kampung, dekati. Sehingga semua masalah akan hilang karena dibalut oleh aroma kekeluargaan.

“Da'i dan ulama harus lebih berperan dalam menyelesaikan setiap masalah," pungkasnya. (MA7)

Foto: Putra Mahkota Bima, Muhammad Putera Ferryandi SIP saat menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid An-Nur Dusun Bara Desa Kananga kepada Ketua BKM Masjid setempat, H Syarifuddin SPd.
Bima, Media Aspirasi- Putra Mahkota Bima, Muhammad Putera Ferryandi SIP menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid An-Nur Dusun Bara Desa Kananga Kecamatan Bolo sebesar Rp 10 juta, Senin (3/9).
Bantuan itu pribadi tersebut diserahkan langsung ke Ketua BKM Masjid An-Nur H Syarifuddin SPd disaksikan Kepala Desa Kananga M Nor SH, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Drs Umar dan warga setempat.

Putra Mahkota Bima, Muhammad Putera Ferryandi SIP mengatakan, bantuan yang diserahkan ini merupakan bantuan secara pribadi untuk membantu kelangsungan proses pembangunan Masjid ini.

"Semoga bantuan ini bermanfaat. Dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya," ujar Dae Yandi.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid An-Nur Bara, Desa Kananga, H Syarifuddin SPd menyampaikan atas nama masyarakat dan seluruh panitia pembangunan Mesjid berterimakasih pada Putra Mahkota Bima yang telah memberikan bantuan ini.

"Kami berterimakasih. Semoga ini menjadi amalan bernilai ibadah," tuturnya.

Dia berjanji bantuan yang diberikan oleh putra mahkota ini akan dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yakni untuk percepatan proses pelaksanaan pembangunan Masjid ini.

"Kami pergunakan bantuan ini dengan baik. Dan berharap kedepan ada bantuan Pemda Bima untuk pembangunan Masjid ini. Sehingga pelaksanakan cepat terwujud dan bisa dimanfaatkan warga setempat," pungkasnya. (MA3)

Foto: Kepala SDN 2 Bolo, Nurwahidah SPd SD berseragam Polisi bersama jajaran guru setempat dengan kendaraan hiasnya


















Bima, Media Aspirasi- Lomba kendaraan hias tingkat Kecamatan Madapangga meriah. Kegiatan dalam menyambut HUT RI- 73 tahun 2018 tersebut diselenggakan pemerintah kecamatan setempat.
Dalam kegiatan tersebut diikuti ratusan kendaraan roda empat dan roda dua yang ditampilkan oleh jajaran pendidikan,  Pemerintah Desa dan instansi setempat,, Senin (13/8).

Koordinator lomba, Ridwan H Yasin SPd menyampaikan bahwa peserta yang ikut dalam lomba kendaraan hias ini. Yakni jajaran pendidikan mulai jenjang SD sampai SMA. Selain itu, pemerintah desa dan instansi di wilayah setempat.
"Mereka wajib menampilkan kendaraan hiasnya dengan variasi sesuai keinginannya. Sebab kegiatan ini merupakan salah satu bentuk jiwa nasionalisme kita pada momentum HUT RI tahun 2018," tegasnya.

Kata dia, rute yang akan dilewati dalam lomba ini. Yakni peserta dilepas di  Lapangan Sepakbola Desa Woro melintasi Desa Dena, Monggo sampai ke PT Bunga Raya. Setelah itu, peserta putar di pertigaan bagian barat Desa Monggo menuju Desa Bolo, melintasi Desa Rade dan berakhir di Lapangan Desa Dena.
"Rute ini sudah sesuai kesepakatan. Dan disepanjang jalan yang dilintasi peserta antusias penonton luar biasa," tuturnya.

Dijelaskannya, jumlah peserta yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Yakni kendaraan roda empat 105 peserta dan roda dua diperkirakan sekitar 300 peserta.
"Kalau penilaian yang kita ambil simple saja. Yakni cara menghias kendaraan dan saat dilepas di titik star. Kita juga akan mendiskualifikasi peserta yang tak melintasi rute ditentukan. Dan untuk memantau itu semua, kita sudah tempatkan beberapa dewan juri," ungkapnya.
Foto: Para peserta kendaraan hias roda dua sebelum dilepas di titik star Lapangan Desa Woro
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan HUT RI ke- 73 ingkat Kecamatan Madapangga, Syaifudin SPd menyampaikan bahwa peserta dilepas secara langsung oleh Camat Madapangga, Muhammad Safi’i SH Msi dengan melintasi rute yang telah ditentukan panitia.
"Pelepasan peserta langsung oleh Camat Madapangga di LapangacapWoro," ujarnya.

Dalam lomba kendaraan hias ini partisipasi peserta luar biasa. Bahkan jalur yang menjadi rute disesaki peserta, baik roda empat dan dua.
"Saya berterima kasih kepada seluruh komponen yang telah ikut berpartispasi. Dan lomba kendaraan hias berjalan lancar sesuai harapan bersama,” ucapnya.

Dia berjanji akan melaksanakan lomba kendaaraan hias setiap tahun. Dikarenakan melihat tingkat antusias peserta yang begitu semaraknya untuk memeriahkan dan menyambut hari  Kemerdekaan RI  ini.
"Kita akan upayakan lomba kendaraan hias ini menjadi salah satu kegiatan rutin setiap tahun. Dalam setiap momentum HUT RI," pungkasnya. (MA3)

Foto: Ketua LP4MB IKB 03, Muslim Gunawan bersama anggota usia mengikuti gerak jalan santai.
Bima, Media Aspirasi- Lembaga Pendampingan Pemberdayaan Pelajar Pemuda Masyarakat Bima (LP4MB) Ikatan Keluarga Besar (IKB) 2003 berpartisipasi meriahkan gerak jalan santai, Minggu (12/8).
Gerak jalan tersebut merupakan salah rangkaian kegiatan yang diselenggerakan Pemerintah Kecamatan Bolo bersama unsur Muspika setempat dalam menyambut HUT RI ke-73 tahun 2018. 

Ketua Umum LP4MB IKB 03, Muslim Gunawan menyatakan bahwa partisipasi lembaga ini dalam mengikuti gerak jalan santai ini selain hadir memeriahkan HUT RI ke- 73. Tapi yang terpenting partisipasi ini sebagai bentuk apresiasi Lembaga terhadap Program Pemerintah.

“Kita hadir ini sebagai salah satu mendukung dan menyukseskan agenda pemerintah. Sebab lembaga dan pemerintah harus sejalan dan bersinergi. Demi tercapainya berbagai aspek pembangunan di daerah ini,” ujarnya.
Foto: Camat Bolo, Mardianah SH bersama pengurus LP4MB IKB 03 usia mengikuti gerak jalan santai.
Lanjutnya, dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI yang 73 tahun ini, LP4MB IKB 03 telah membuat rancangan program. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan Olahraga khususnya Voly Ball. Kegiatan tersebut rencananya akan meggandeng Pemerintah Daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Kabupaten Bima untuk menyelenggarakan Tournamen Voly Ball se- Kabupaten Bima.

“Insya ALLAH turmanen tersebut akan kembali kita selenggarakan dalam memeriahkan HUT RI ke-73 tahun 2018 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, LP4MB IKB 03 punya struktur organisasi yang jelas, tidak saja sebagai lembaga Alumni . Tapi juga sebagai Lembaga  sosial kemasyarakatan yang dapat membambantu pemerintah dalam menjalankan program-program pemerintahan. Baik itu program yang sifatnya sosial kemasyarakatan dan lainnya.

“Lembaga ini kita dirikan tahun 2010 lalu. Dan mempunyai legal formal kelembagaan yang sudah di Akta Notariskan,” tegasnya.
Foto: Pengurus LP4MB IKB 03 usai saat galang dana bantuan gempa.
Kata dia, usai mengikuti jalan santai tersebut pihaknya membentuk Team Relawan kemanusiaan dari LP4MB IKB 03. Mereka tersebut yang Insya ALLAH akan diberangkatkan langsung ke titik gempa. Untuk langsung menyalurkan bantuan Kepada saudara-saudara yang menjadi korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Tim tanggap bencana yang dibentuk ini akan dipermanenkan. Sehingga dalam setiap kegiatan kemanusiaan dan bencana lainnya mereka siap dipakai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Antar Lembaga, Didikaumai menyampaikan pada pihak pemerintah setempat dalam setiap kegiatan apapun harus melibatkan dan mengandeng semua unsur. Terutama sekali Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada wilayah setempat. Hal ini dilakukan agar  terus terbangun jalanin kebersamaan tersebut.

“Pemuda itu harus dirangkul untuk berpatisipasi di dalam setiap kegiatan apapun. Sebab bagaimanapun juga pemudalah yang energik dan punya daya kretifitas tinggi,” pungkasnya. (MA3)


Bima, Media Aspirasi.- Setelah empat tahun sebelumnya sukses menggelar Festival Gunung Sangiang Api, tahun ini Festival tersebut kembali akan digelar selama 21 hari dari tanggal 28 Juli sampai dengan 17 Agustus 2018 di desa Sangiang Kecamatan Wera. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Drs. Dahlan Sabtu (14/7) mengatakan, Festival Gunung Sangiang Api" merupakan event tahunan yang diadakan oleh para Generasi Muda Desa Sangiang. Event pariwisata dan budaya ini disamping mendapatkan dukungan Mahasiswa KKN UGM, juga didukung penuh oleh Pemerintah Desa setempat dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima serta menjadi salah satu rangkaian pesta untuk memeriahkan Hari Jadi Bima.


Dikatakan Dahlan, "Festival tahun ini mengusung tema "Harmoni Gunung, Harmonis Laut, Harmoni Indonesia" dan pengunjung akan disuguhi sejumlah mata acara yaitu Lomba sampan layar tradisional, Ekspo kerajinan rakyat, Pertunjukan seni tradisional, Jelajah sangiang api, Gebyar kuliner kalempe Sangiang dan Nggalo Ruhu". 


"Lomba Sampan Layar Tradisional ini mengambil titik start dari Pulau Sangiang, menempuh jarak 12 km yang melewati ganasnya laut flores dan finish di desa Sangiang. Acara lainnya kata Dahlan adalah Expo Kerajinan Rakyat dalam bentuk bazar yang menampilkan beragam produk industri dan akan diikuti para pengrajin industri rumah tangga. 


Sejumlah event lainnya yang tak kalah menarik yaitu Gebyar Kuliner Kalempe Sangiang merupakan makanan khas setempat dan tidak ditemukan di daerah lain. Juga Jelajah Gunung Sangiang. "Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi bencana sekaligus memetakan potensi wisata dan satwa serta keanekaragaman hayati lainnya". Jelas Dahlan. 


"Pertunjukan Seni Tradisional berupa nyanyian mistik sangiang (sagele), ragam tarian daerah, teater, monolog sejarah (mpama mpemo), puisi dan musik serta Nggalo Ruhu (berburu massal) sebagai salah satu tradisi leluhur masyarakat Sangiang dan dipelihara secara turun temurun hingga saat ini, akan menjadi tontonan menarik bagi para pengunjung". Pungkas Dahlan. (MA1)


Bima, Media Aspirasi.-Festival Sangiang Api merupakan sebuah event tahunan yang diadakan oleh para Generasi Muda Desa Sangiang yang didukung oleh Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa Sangiang Kabupaten Bima.

Festival ini menjadi salah satu rangkaian pesta untuk memeriahkan Hari Jadi Bima ke 378.
Rundown kegiatan Festival Sangiang Api sebagai berikut :
1. Lomba Sampan Layar Tradisional
Lomba sampan ini mengambil titik start dari pulau sangiang kemudian finish di desa sangiang. Lomba ini menempuh jarak sekitar 12 km dan diikuti oleh 60 perahu layar yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Bima.
2. Expo Kerajinan Rakyat
Acara ini merupakan bazar yang akan diikuti oleh para pengrajin industri rumah tangga yang akan menampilkan berbagai macam produk industri.
3. Gebyar Kuliner Kalempe Sangiang
Kalempe merupakan makanan khas daerah sangiang yang tidak ditemukan di daerah lain.
4. Jelajah gunung sangiang
Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi bencana sekaligus memetakan potensi wisata dan satwa serta keanekaragaman hayati lainnya.
5. Pertunjukan Seni Tradisional
Para pengunjung akan dapat menyaksikan nyanyian mistik sangiang (sagele), ragam tarian daerah, teater, monolog sejarah (mpama mpemo), puisi dan musik.
6. Nggalo Ruhu

Nggalo Ruhu (berburu massal) merupakan salahsatu tradisi leluhur orang sangiang yang dipelihara secara turun temurun hingga saat ini. Tradisi ini hanya dilakukan sekali dalam setahun dalam rangka menjamu petinggi. Pada saat berburu mereka dipimpin oleh panglima berburu yang sudah ditunjuk sebelumnya oleh Dalu. (MA1)


Bima, MediaAspirasi.-Pawai Budaya dalam rangka Penyambutan hari jadi Kabupaten Bima yang ke 378 tahun 2018, di kecamatan Bolo, rabu (04/07/18). Acara pawai tersebut diwarnai dengan Ratusan kendaraan hias, kendaraan hias tersebut merupakan perwakilan dari seluruh instansi yang ada di Kabupaten Bima.
“Kendaraan dihiasi dengan hasil pertanian, bunga dan lainnya. Yakni sesuai dengan tema masing masing instansi,” ujar Kasubag Informasi dan Pembertiaan, Zainunddin, SS saat dikonfirmasi di depan panggung kehormatan, Rabu (04/07/18).
Tak hanya kendaraan hias, beberapa instansi mengirim duta pasangan pengantin untuk menyemarakan pawai tersebut. Selain itu, busana adat bima menjadi bahan tontonan yang tak kalah menarik.
“Kegiatan ini merupakan edukasi dalam hal mengenalkan budaya. Sehingga masyarakat bima pada umumnya mengetahui budaya asli bima,” ungkapnya.
Iringan pawai budaya dimulai Kantor KUD Sumber Jaya di Desa Timu sebagai tempat star bagian timur dan diawali oleh Drum Band Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Sedangkan dibagian barat yakni di SMPN 4 Bolo Desa Tambe diawali Drum Band SMAN 1 Bolo.
“Tempat star terdiri dari dua titik. Yakni di Desa Timu dan Tambe,” terangnya.
Dijelaskannya, sesuai yang telah ditentukan oleh Pemerintah kabupaten Bima, star di bagian timur yakni peserta dari Sekretaris Daerah (Sekda), Polres Bima, Sekretariat DPR, Inspektorat, Dinas Dikbudpora dan beberapa instansi lainnya. Star bagian barat yakni Kodim 1608 Bima, Kecamatan Sanggar, Tambora, Bolo dan kecamatan lainnya. Selain itu, Dinas PU, Perkim, Perhubungan dan beberapa instansi lainnya.
“Selain pesertanya terdiri dari instansi. Peserta berbagai etnis ambil bagian untuk menyemarakan pawai budaya,” tutur Zainuddin.
Menjadi tempat finis pada pawai budaya tahun ini, pemerintah memusatkannya di Pertigaan Cabang Donggo, sekaligus menjadi tempat Bupati, Bima dan Wakil Bupati Bima menyambut para peserta yang arah dari timur dan barat.
“Lokasi panggung kehormatan dipusatkan di Pertigaan Cabang Donggo. Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, Kapolres beserta jajaran lainnya tetap berada dipanggung kehormatan guna menyambut para peserta pawai,” ungkap Kabag Informasi dan Pemberitaan.(MA1)


Bima, Media Aspirasi.- Tahun 2018 ini terbilang Tahun Pariwisata bagi Kabupaten Bima. Dengan slogan AYO KE BIMA, Kenali dan Cintailah Budayanya, beragam event dan kegiatan yang menunjang promosi wisata daerah Bima kerap digelar. Sebagai SKPD yang paling bertanggung jawab, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima sendiri patut diacungi jempol atas pencapaiannya yang membuat pariwisata Bima mencorong di tingkat nasional bahkan di mata dunia.

Sebagai acuan masyarakat untuk mengikuti event-event tersebut, berikut ini merupakan “Calender Event” 2018 Dinas Pariwisata Kabupaten Bima.

  1. Pameran Pembangunan di Halaman Kantor Bupati Bima, Maret kemarin.
  2. Pacuan Kuda (Pacoa Jara) di Arena Pacuan Kuda Desa Panda, Maret kemarin.
  3. Sakosa Bike Tour, di Pantai Lariti – Taman Kalaki Bima, 6 – 7 April kemarin.
  4. Jelajah Alam dan Budaya Tambora (TEKA TAMBORA), di Tambora – Sanggar, 8 – 11 April kemarin.
  5. Festival Kakara, di Pantai Lariti Desa Soro, 12 – 13 Mei 2018 .
  6. Lomba Ekonomi Kreatif, di Pantai Lariti dan Wawo Maria, Mei dan Agustus.
  7. Festival Teluk Bima, Taman Kalaki Desa Panda, 7 Juli.
  8. Pesta Rakyat Mbojo di Lereng Tambora, Juni – Juli.
  9. Apresiasi Budaya Mbbojo, di Woha – Bima, Juli.
  10. Pameran Ekonomi Kreatif, di Pantai kalaki – Pantai Lariti, Maret – Juli.
  11. Festival Uma Lengge, di Kompleks Uma Lengge Desa Maria – Wawo, 9 – 11 Agustus.
  12. Festival Sangiang Api, di Desa Sangiang, Agustus.
  13. Festival 1 Muharam, di Woha – Bima, 15 September.
  14. Festival Tanjung Langgudu, di Karumbu – Rompo, Langgudu, 19 September.
  15. Festival Bombo Ncera, di Desa Ncera Belo, 12 Oktober.
  16. Lomba Fotografi Pariwisata Bima, di Woha – Bima, 8 – 9 November.
  17. Jurnalist Fan Day Champ, di Bima, 8 – 9 November.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Drs. Dahlan H. Muhammad, yang baru beberapa waktu lalu dilantik, berharap setiap event yang melibatkan Dinas Pariwisata bisa berlangsung dengan sukses. Ia juga menghimbau masyarakat, agar ikut aktif meramaikan kegiatan-kegiatan tersebut. Karena kata dia, majunya sector pariwisata di Kabupaten Bima akan ikut berdampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (MA.2)




Foto: Rapat pembentukan Pordarwis di Desa Sandue Kecamatan Sanggar.
Bima, Media Aspirasi- Desa Sandue Kecamatan Sanggar merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi wisata. Upaya mengembangkan sektor tersebut, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)  dibentuk. 
Pembentukan digelar di Kantor Desa Sandue, Rabu (21/2) malam. Struktur organisasi Pokdarwis terbentuk dari pemuda setempat.
Sekretaris Desa Sandue, Haryono SPd mengatakan, pembentukan Pokdarwis sebagai bentuk singkronisasi program pemerintah. Dengan tujuan untuk menunjang pengembangan sektor Pariwisata. "Pokdarwis adalah organisasi yang akan fokus pada pengembangan sektor wisata," jelasnya. 
Dengan dibentuknya organisasi itu juga lanjut dia, akan mempermudah penjemputan anggaran untuk pengembangan pariwisata. Baik yang bersumber dari daerah, provinsi maupun pusat. "Setelah dilegalkan dengan SK Desa dan terdaftar di Dinas Pariwisata, Pokdarwis mempunyai peluang besar untuk menjemput anggaran untuk pengembangan wisata kedepan, " pungkasnya.
Ketua terpilih Pokdarwis, Atriawansyah mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur organisasi kebawah. Selanjutnya akan disampaikan ke pemerintah desa untuk diSKkan. "Setelah dilegalkan, kita akan mulai menata tempat wisata yang ada di Desa Sandue, " ujarnya. 
Dia berharap adanya organisasi yang dibentuk dapat menyatukan komitmen untuk penataan dan pengembangan sektor wisata kedepan. Sehingga berkontribusi pada perubahan dan kemajuan desa setempat. "Sandue punya potensi wisata yang besar. Itu yang akan fokus kita kembangkan, " pungkasnya. (MA5)


Foto: Pemdes dan Warga Desa Rade Kecamatan Madapangga saat melaksanakan kerja bakti.
Bima, Media Aspirasi- Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga Desa Rade, Kecamatan Madapangga kini memiliki rutinitas baru setiap hari Jum'at. Sebagaimana hasil kesepakatan Pemdes dan warga setempat, hari Jum'at diagendakan untuk kegiatan kerja bakti. 

Sekretaris Desa (Sekdes) Rade, Amirudin S Pd mengatakan, adanya kegiatan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan. Disamping itu juga untuk membangun semangat gotong royong dan kerja sama antar Pemdes dan warga setempat. "Kerja bakti menjadi kegiatan rutin Pemdes dan warga Rade setiap hari Jum'at dan sudah diputuskan dalam rapat, " ujarnya, Minggu (18/2).

Kata Dia, kerja bakti harus menjadi salah satu prioritas. Sebab pembangunan infrastruktur desa tidak akan bermanfaat secara maksimal jika infrastruktur tersebut tidak dirawat dengan semangat dan kesadaran gotong royong masyarakat desa.
“Gotong royong ini sengaja dilakukan dalam rangka merawat infrastruktur yang ada, seperti drainase, irigasi, jembatan dan lainnya ,” tuturnya.

Semua infrastruktur tersebut kata dia, dibangun dengan menggunakan Dana Desa. Dengan tujuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang. “Kalau masyarakat punya kesadaran untuk merawat insfraktruktur yang ada, Dana Desa tahun berikutnya akan diprioritaskan pada sektor lainnya seperti pemberdayaan, ” ujar pria yang akrab disapa Amir Riskan itu. 

Dia menegaskan, Dana Desa sama sekali bukan untuk menghilangkan tradisi gotong royong. Melainkan diharapkan mampu menciptakan kemandirian masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Sehingga kedepannya masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
“Kalau kita bisa merawat infrastruktur yang sudah dibangun. Maka kita bisa lebih fokus menggunakan anggaran Dana Desa untuk program lainnya, ” jelasnya.

Demikian pula disampaikan Kepala Dusun (Kadus) II, Abdullah Usman. Kerja bakti yang rutin diharapkan mampu melestarikan lingkungan dan insfraktruktur yang ada. 
“Kita sudah sepakat dalam rapat, kerja bakti akan rutin dilakukan setiap Jum’at. Program itu sudah dimulai sejak Jum’at lalu (16/2), ” ujar Abdullah.

Diakuinya, sedianya program tersebut tidak menggunakan dana desa, karena tidak tercantum dalam pos anggaran. Untuk menyiasati hal itu, Pemdes setempat mengumpul dana seadanya untuk biaya konsumsi selama kegiatan. 
“Program kerja bakti menggunakan dana swadaya Pemdes. Karena tidak ada posnya dalam dana desa, ” pungkasnya. (MA1)

Media Aspirasi

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-1/28058894_154659935237247_4957512967608122509_n.png?oh=e15685f3106e957bc4d1d59cfa11f58c&oe=5B124344} Media online dari koran cetak Media ASPIRASI, yang merupakan media lokal di Bima, Nusa Tenggara Barat. Dengan Motto "Mengupas Data Penuh Fakta" {facebook#https://www.facebook.com/mediaaspirasi/} {twitter#https://twitter.com/MediaAspirasi} {google#https://plus.google.com/117226584361409169797}

Aden KT

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-1/p160x160/18814149_1215037451951634_2575455190579377800_n.jpg?oh=ec906f093d30d091ff2f320adccd3d0e&oe=5B0872D2} Admin Website sekaligus penulis di Media ASPIRASI .online {facebook#https://www.facebook.com/mustamin.mnur} {twitter#https://twitter.com/} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.