Tampilkan postingan dengan label Dompu. Tampilkan semua postingan


Foto: Anggota HMI Cabang Dompu saat menggelar aksi depan kantor Bupati Dompu.
Dompu, Media Aspirasi - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Dompu menggelar unjuk rasa, Kamis (19/4). Mereka menuntut DPRD dan Pemda Dompu untuk mengawal kejelasan dana CSR.

Sekitar pukul 10.20 wita, massa memulai aksi di depan Masjid Raya Dompu. Selanjutnya menuju kantor DPRD sambil membagikan pamflet dan selebaran kepada pengguna jalan.

Korlap aksi, Herdiansyah dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada anggota DPRD Dompu. Diantaranya meminta dewan mengeluarkan rekomendasi penyusunan Perda CSR serta mengawal implementasi CSR bagi masyarakat.

"Kehadiran kami bukan atas kepentingan pribadi dan kelompok. Melainkan karena kehadiran perusahaan besar di Dompu tapi tidak berkontribusi kepada daerah," tegas Ketua HMI Cabang Dompu itu.

Sebagai penyambung lidah masyarakat, dewan diminta mendukung penerbitan Perda CSR. Karena dinilai, sejauh ini sejumlah perusahaan yang masuk di Dompu belum memberikan kontribusi yang jelas lewat dana tersebut.

Sekitar pukul 11.25 wita, perwakilan massa aksi diterima berdialog di ruangan ketua komisi II oleh Drs Muchtar, Andi Bachtiar dan Abdulah SKel. Menanggapi tuntutan massa aksi, Muchtar mengaku akan meminta Pemda untuk segera menyelesaikan masalah CSR.

"Kami apresiasi tuntutan adik-adik (anggota HMI, red). Kalau ada dfat terkait dana CSR, segera ajukan," sarannya.

Usai mendengarkan tanggapan dewan, massa melanjutkan aksi di Kantor Bupati Dompu. Dalam aksinya, massa menuntut Pemda memperjelas aturan implementasi dana CSR melalui Perda.

Sekitar pukul 12.55 wita, massa aksi diterima berdialog di ruangan Kabag Perekonomian oleh Kabag Ekonomi, Sukarno dan Kabag Hukum, Haerudin SH. Menanggapi tuntutan massa aksi, Sukarno menegaskan CSR tidak masuk dalam ranah pemerintah.

Akan tetapi, pihaknya akan berupaya memperlajari masalah itu agar tidak bertentangan dengan aturan. Apalagi kata dia, bagian ekonomi baru dibentuk setahun terakhir.

"Setahu kami, dana CSR diambil dari tiga persen keuntungan bersih Perusahaan pertahun. Namun itu diluar ranah pemerintah," jelasnya.

Demikian pula disampaikan Kabag Hukum, Haerudin SH. Kata dia, pembuatan regulasi harus memiliki aturan yang jelas.

"Tapi tidak masalah, tuntutan ini kita tampung dulu. Karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Dialog berakhir sekitar pukul 13.15 wita. Massa aksi kemudian membubarkan diri dengan aman. (MA5)

Foto: Foto bersama Dra Hj Syamsiah Rahim MM usai konsolidasi kader dan simpatisan Partai Berkarya Kabupaten Dompu.
Dompu, Media Aspirasi-DPD Partai Berkarya Dompu menggelar silaturrahmi Konsolidasi Kader dan Simpatisan di Aula Gedung PKK Dompu, Rabu (18/4). Pertemuan itu dijadikan moment menyatukan komitmen mendukung Balon DPR RI Dapil NTB II, Dra Hj Syamsiah Rahim MM.

Ketua DPD Partai Berkarya Dompu, Ilham Yahyu SH menegaskan, kader dan simpatisan Partai Berkarya Dompu memiliki mimpi besar. Terutama dalam hal memperlihatkan eksistensi berkarya di Kabupaten Dompu.

"Mari kita tunjukkan bahwa kader dan simpatisan Partai Berkarya Dompu mampu membesarkan partai ini," ujarnya.

Pencapaian itu kata dia, membutuhkan sinergisitas dan kerjasama yang baik. Dibuktikan dengan memperjuangkan bersama Balon Partai Berkarya, salah satunya pada Pileg DPR RI mendatang.

"Hj Syamsiah akan menjadi Calon kita di DPR RI Dapil NTB II Pulau Sumbawa. Figur ini harus didukung penuh oleh seluruh kader dan simpatisan Partai Berkarya di Pulau Sumbawa, khususnya di Kabupaten Dompu," ujarnya.

Selain itu, Ilham juga mengimbau kader dan simpatisan Partai Berkarya untuk bergabung pada Syamsiah Center yang akan dibentuk nantinya. Demi ikhtiar untuk meraih kemenangan pada Pileg mendatang.
Foto: Dra Hj Syamsiah bersama Ketua DPD Partai Berkarya Dompu dan Balon DPR Provinsi NTB.
Sementara itu, Balon DPR RI Dra Hj Syamsiah Rahim MM mengatakan, kemenangan tidak mungkin diraih tanpa kebersamaan. Oleh sebab itu, dia berharap adanya komitmen bersama untuk memenangkan Pileg nanti.

"Saya datang tidak hanya menitip nama. Jika dikehendaki menang, Insya Allah semua janji akan saya realisasikan," ujar wanita berdarah Suku Bugis itu.

Terkait Syamsiah Center kata dia, bukan sebuah wadah yang dibentuk menjelang Pileg saja. Melainkan akan menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat ketika ia menjadi wakil rakyat di DPR RI.

"Syamsiah Center itu akan tetap berdiri. Didalamnya menjadi wadah diskusi dan menyerap aspirasi masyarakat," ujarnya.

Hj Syamsiah juga menyampaikan komitmen untuk memperjuangkan gender. Diharapkan kedepan akan lahir srikandi-srikandi yang produktif.

"Gender harus bangkit. Dan pengembangan semua sektor akan kita dorong kedepan, " pungkasnya. (MA5)

Foto:  Kampus STKIP Al Amin Dompu
Dompu, Media Aspirasi-STKIP Al Amin Dompu masuk dalam daftar 32 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bermasalah di Indonesia. Bahkan dari data Kemristekdikti menyebutkan, 32 PTS tersebut dilarang menerima mahasiswa baru tahun 2018.

Hal itu dibantah Ketua STKIP Al Amin Dompu, Satriadin SSos MMPd, Selasa (17/4). Menurut dia, ditetapkannya STKIP Al Amin sebagai PTS bermasalah hanya miskomunikasi.

"Ini hanya sebuah kekeliruan, dan saya sudah menghadap langsung ke Kopertis wilayah VIII untuk mengklarifikasi masalah itu," tegas Satriadin.

Satriadin tidak menampik bahwa PTS yang dipimpinnya ditemukan masalah. Yakni, bekerjasama dengan PTS Al Amin Kabupaten Alor, NTT. Hal tersebut melanggar aturan Kemristekdikti yang menetapkan setiap PTS harus berdiri sendiri atau independen.

"Kerjasama yang disebutkam dalam aturan ini bukan termasuk kelas jauh, atau kampus dua," ungkap Satriadin.

Meski demikian, STKIP Al Amin sudah dilakukan pembinaan oleh Tim Wasdalbin (Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan) dari Kopertis. Hal itu ditetapkan sebelum nama-nama PTS bermasalah diterbitkan Kemrisetekdikti.

Proses Wasdalbin berlangsung selama 6 bulan. Mulai Januari sampai Juni mendatang. Bahkan, pihaknya sudah membuat pakta integritas pembatalan kerjasama dengan STKIP Al Amin Kabupaten Alor.

"Harusnya STKIP Al Amin tidak termasuk dalam 32 PTS bermasalah. Karena kampus kami tengah dalam pembinaan," tegasnya.

Menurutnya, masalah kerjasama antara kedua PTS tersebut bukan sebuah pelanggaran. Pasalnya, kerjasama kedua PTS tersebut belum dituangkan dalam MoU, hanya sebatas membantu.

"Untungnya juga, STKIP Al Amin Alor belum ada yang diwisuda. Sehingga tidak ada mahasiswa yang mandapatkan ijazah yang tidak diakui," ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar tersebut. Apalagi sampai tidak ingin mendaftar di STKIP Al Amin.

"Kita akan buktikan bahwa STKIP Al Amin tidak bermasalah," akunya.

Untuk diketahui, dari data Kemenristekdikti menyebutkan terdapat 32 PTS saat ini berstatus dalam pembinaan karena mengalami masalah beragam. Mulai sistem pendidikan, konflik yayasan, hingga kekurangan dosen dan mahasiswa.

Dari ke 32 PTS tersebut, STKIP Al Amin Dompu berada pada urutan ke 17 dibawah STIBA Hita Widya Sibgaraja Bali. Dalam data tersebut juga disebutkan, seluruh PTS yang sedang menjalani pembinaan tidak boleh menerima mahasiswa pada tahun ajaran baru. (MA5)


Dompu, Media Aspirasi - Kabupaten Dompu mendapat penghargaan Gubernur NTB pada Musrenbang terakhir, Periode RPJMD Tingkat Provinsi NTB di Mataram. Penghargaan diberikan atas pencapaian Indikator strategi Pembangunan Daerah tahun 2013-2018 yang berkaitan dengan penurunan angka kemiskinan.

Kabag Humas Setda Dompu Ardiansyah SE mengungkapkan, penghargaan itu diberikan lantaran Kabupaten Dompu dinilai paling akseleratif menurunkan angka kemiskinan. Terhitung mulai tahun 2013 sampai dengan 2017.

"Selama tujuh tahun terakhir, Kabupaten Dompu mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat yang berdampak pada penurunan angka kemiskinanan. Sehingga pada tahun 2017, hanya menyisakan angka 13,43 persen dari 19,90 persen pada tahun 2010," ungkapnya.


Penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi jajaran pemerintah Kabupaten Dompu. Sehingga kedepan, berbagai pencapaian yang ditargetkan dapat dimaksimalkan.

Apalagi Bupati Dompu, H Bambang M Yasin menargetkan penurunan angka kemiskinan mencapai satu persen setiap tahun. Dari 13,43 persen yang tersisa, pada tahun 2021 mendatang ditargetkan menurun ke angka sembilan persen.

"Tahun 2021 mendatang, Bupati menargetkan angka kemiskinan di Dompu tinggal satu digit," ujarnya.

Penurunan jumlam masyarakat miskin sejauh ini, menempatkan Kabupaten Dompu pada urutan ketiga se NTB. Yakni dibawah Kota Mataram dan Kota Bima.

Keberhasilan yang diraih, sebagai bukti suksesnya program TERPIJAR. Tidak hanya pada penurunan angka kemiskinan, namun telah mendongkrak peningkatan daya beli masyarakat, pertumbuhan pendapatan perkapita yang cukup baik. Sehingga mampu menunjang peningkatan di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. (MA5)

Foto: Proses evakuasi jasad Lisa, korban bunuh diri di Desa Kempo Kecamatan Kempo.
Dompu, Media Aspirasi-Kasus bunuh diri kian marak di Kabupaten Dompu. Tercatat selama empat bulan terakhir, sudah ada tujuh orang yang dilaporkan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri maupun minum racun.

Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo mengungkapkan, memasuki tahun 2018 tercatat tujuh kasus bunuh diri di wilayah hukum Polres Dompu. Dari jumlah tersebut, empat orang tewas dan tiga diantaranya berhasil diselamatkan.

"Kasus bunuh diri paling banyak terjadi di Kecamatan Hu'u, yakni Lima orang. Satu di Kecamatan Manggelewa dan Satu lagi di Kecamatan Kempo," jelas Erwin, Senin (16/4).

Dari jumlah kasus tersebut kata dia, didominasi usia remaja. Seperti peristiwa yang paling menggemparkan masyarakat Kecamatan Kempo, Minggu lalu (15/4). Remaja cantik bernama Lisa Irawaty memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Gadis 19 tahun ini ditemukan tak bernyawa. Lisa menggantung diri menggunakan tali nilon di rumah orang tuanya di Dusun Padamara Desa Kempo, Kecamatan Kempo.

"Korban ditemukan gantung diri di kamarnya, dengan mengikat tali nilon dari atap rumah," jelas Erwin.

Jasad korban pertama kali diketahui Ikraman, ayah korban, sekitar pukul 11.00 Wita. Melihat kondisi anaknya, orang tua korban langsung berteriak dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.
"Setelah diturunkan, keluarga korban melaporkan kejadian itu pada Polsek Kempo," katanya.

Setelah dilakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Namun sampai saat ini, kasus itu masih dalam proses penyelidikan.

"Kami masih menunggu hasil visumnya, apakah korban meninggal karena dibunuh atau bunuh diri," jelas Erwin.

Sebelum kasus bunuh diri yang dilakukan Lisa, ada enam kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Dompu. ”Kasus bunuh diri memang ada kecenderungan meningkat tahun ini,” tandasnya.

Peristiwa bunuh diri yang tidak kalah hebohnya terhadi pada 14 Maret lalu. Korbannya adalah seorang siswi SMA asal Desa Adu, Kecamatan Hu'u.

Remaja yang masih duduk dibangku SMA kelas satu itu memilih mengakhiri hidupnya dengan cara meminum herbisida jenis Dupont Lannate. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempar karena mengalami muntah-muntah dan mulutnya berbusa. Namun, nyawa korban tak tertolong setelah beberapa saat mendapat perawatan.

"Kasus percobaan bunuh diri juga terjadi di Kecamatan Hu'u pada Februari lalu. Saat itu korban ingin mengakhiri hidupnya dengan memakan obat nyamuk. Namun, aksi korban digagalkan warga, sehingga korban terselamatkan," pungkasnya. (MA5)

Foto: Pelaku bandar togel bersama barang bukti diamankan anggota Polres Dompu
Dompu, Media Aspirasi-Seorang bandar togel, Sadik diciduk anggota Polres Dompu yang menggelar Operasi Pekat Gatarin, Sabtu (14/4). Pria 52 tahun itu ditangkap di kediamannya, Lingkungan VI Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja.

Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat. Mendapat informasi tersebut, Tim Opsnal Operasi Gatarin langsung mendatangi rumah pelaku.

"Pelaku diciduk di depan rumahnya saat sedang merekap angka togel," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni uang tunai sebesar Rp 180 ribu, enam buah pulpen, 59 kartu ATM BRI, satu buah handphone Samsung, dua buah handphone Nokia dan satu buah buku mimpi.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Dompu untuk diproses lebih lanjut," pungkasnya.

Giat Operasi Gatarin digelar selama sebulan kedepan. Guna menekan tindak pidana yang terjadi ditengah masyarakat. Seperti narkoba, miras, perjudian dan berbagai tindak pidana lainnya. (MA5)

Foto: Ratusan botol Miras diamankan jajaran Polres Dompu.
Dompu, Media Aspirasi- Giat Operasi Pekat Gatarin 2018 digelar. Saat menggelar operasi, Sabtu (14/4) jajaran Polres Dompu berhasil mengamankan 177 botol Minuman Keras (Miras).

Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta mengungkapkan, tim Operasi Pekat Gatarin menggelar operasi di Desa Saka Kecamatan Dompu, Sabtu (14/4). Dari operasi itu, polisi berhasil mengamankan 30 botol miras jenis sopi.

"Miras jenis sopi tersebut kita sita dari salah satu rumah warga bernama Farmi alias Ibu Aca. Barang bukti sudah diamankan di Sat Narkoba Polres Dompu untuk proses lebih lanjut," ungkapnya.

Operasi serupa juga digelar anggota Polsek Pekat di dua desa di Kecamatan Pekat. Yakni di Desa Kadindi dan Beringin Jaya.

Dari hasil operasi itu, Polisi berhasil menyita 147 botol miras. Terdiri dari 125 botol jenis brem dan 22 botol jenis sopi.

Ratusan botol miras tersebut disita dari tiga rumah warga. Yakni Kamarudin, warga Dusun Oi U'a Desa Beringin Jaya, Nengah Mitra dan Ketut Ariatu, warga Suka Maju Desa Kadindi. Setelah dilakukan pendataan pemilik miras, barang bukti kemudian diamankan di Mapolsek Pekat untuk diproses lebih lanjut.

Suhatta mengatakan, Operasi Pekat Gatarin digelar selama sebulan kedepan. Dengan tujuan untuk menekan peredaran miras dan tindak kriminal lainnya.

"Konsumsi miras ini sangat rentang menimbulkan berbagai kasus kriminal lain. Oleh sebab itu pihak kepolisian akan terus menindak penyimpan, pengedar dan penjual narkoba, miras maupun sajam," pungkasnya. (MA5)

Foto bersama peserta trail Adventure dengan Kabag Tatapem Setda Dompu, H Yuhasmin MSi
Dompu, Media Aspirasi-Event Trail Adventure dalam rangka memperingati HUT Dompu dan FPT sukses digelar, Sabtu (7/4). Jelajah Tambora menggunakan motor trail itu diikuti 900 peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan dipusatkan di Lapangan Desa Doro Peti. Peserta trail adventure dilepas Kabag Tatapem Setda Dompu, H Yuhasmin MSi sekitar pukul 08.00 Wita. Rangkaian kegiatan itu berakhir sekitar pukul 23.30 Wita.

Kabag Tatapem Setda Dompu, H Yuhasmin MSi selaku dewan penasehat kegiatan menyampaikan apresiasi kepada peserta. Juga kepada pemerintah Kecamatan Pekat, Pemdes Doro Peti serta masyarakat yang antusias menyaksikan kegiatan itu.


"Mewakili Pemda Dompu, saya berterima kasih kepada semua peserta tanpa terkecuali. Ucapan permohonan maaf dan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Pekat, Kades Doro Peti dan masyarakat atas dukungan dalam menyambut kegiatan ini," ujarnya.

Diungkapkan, peserta Trail Adventure kali ini tidak hanya dari Kabupaten Dompu. Sebagian berasal dari berbagai daerah di NTB dan Bali.

"Meski tidak digagas secara Nasional, namun antusias peserta sangat luar biasa. Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan event tahun lalu yang hanya sekitar 650 peserta," ungkapnya.


Menurut pria yang akrab disapa Dae Min itu, pada even kali ini peserta melewati jalur yang menantang. Apalagi pada saat kegiatan, wilayah Kecamatan Pekat diguyur hujan.

"Jalurnya sangat menantang, ditambah lagi hujan. Trabas kali ini benar-benar ekstrim karena peserta harus melewati jalur licin dan berlumpur," ujar Dae Min yang juga menjadi peserta kegiatan.

Sementara itu Sekjen DPD KNPI Dompu Edison HD SH mengatakan, Trail Adventure bukan sekedar untuk memuaskan pencinta motor trail. Melainkan ada misi parawisata yang ingin diperkenalkan melalui event ini.

“Kami ingin memperkenalkan potensi wisata alam pegunungan Tambora," jelas Edison.

Peserta lokal maupun dari luar daerah diharapkan bisa menjadi media untuk memperkenalkan alam Tambora. Sehingga kedepan semakin dikenal lebih luas.

"Tentunya ada misi lain yang kita harapkan dari kegiatan ini. Terutama dalam mengembangkan serta mengenalkan potensi wisata alam Tambora," pungkasnya. (MA5)

Foto: Kadis Budpar Dompu, Khairul Insyan SE MM
Dompu, Media Aspirasi - Kadis Kebudayaan dan Pariwisa Kabupaten Dompu, Khairul Insyan SE MM menegaskan, even Festival Pesona Tambora (FPT) bukan sekedar seremonial. Sebab diakui, banyak target yang ingin dicapai lewat pergelaran even nasional itu.


"FPT bukan sekdera seremoni. Lewat even nasional ini kita harapakan menunjang perkembangan daerah dalam berbagai sektor," ujarnya.


Kadis yang akrab disapa Dae Mpera itu menjelaskan, FPT memiliki multi efek lewat berbagai rangkaian kegiatan yang digelar. Seperti Fun Fishing, Pawai Budaya, Tambora Chalenge, Jelajah Tambora dan lain-lain.


Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah bahkan dari luar Indonesia kata dia, adalah bukti gaung FPT yang semakin luas. Tahun ini diakui, jumlah kegiatan dan peserta yang berkunjung semakin meningkat. "FPT sudah menjadi even yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Hal ini merupakan peluang besar untuk pengembangan daerah kedepan," ujarnya.


Publikasi FPT dan potensi Kabupaten Dompu diharapkan lebih luas lewat kunjungan wisatawan dan peserta tahun ini. Kedepan, Dae Mpera menargetkan semua stake holder ikut terlibat dalam penyelenggaraan FPT. "Semua stake holder harus ambil bagian menopang tumbuh kembangnya nilai budaya yang bisa dijual. Sehingga menunjang pengembangan pariwisata," jelasnya.


Selain itu lanjut dia, target yang tak kalah penting berkaitan dengan jumlah kunjungan wisatawan. Baik lokal maupun manca negara. "Untuk itu, kita akan terus berupaya melengkapi berbagai aspek. Terutama sejumlah indikator penunjang pengembangan kepariwisataan," pungkasnya. (MA5)

Foto Bersama Sekda Dompu dan perwakilan kabupaten/kota yang meraih juara pada TTG ke-16
Dompu, Media Aspirasi-Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-16 tingkat NTB yang dihelat di Dompu berakhir, Jum'at (6/4). Kota Mataram keluar sebagai juara pertama dengan raiahan 655 poin.

Kegiatan yang dimulai sejak, Rabu (4/4) itu ditutup Sekda Dompu, H Agus Bukhari MSi. Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala BPMPD dan Disdukcapil NTB, perwakilan Bupati/Wali Kota se NTB, anggota DPRD Dompu dan jajaran Pemerintah Kabupaten Dompu.

Sekda Dompu, H Agus Bukhari MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas partisipasi semua peserta dalam kegiatan itu. Terutama bagi peserta dari luar Dompu, tidak terkecuali kalangan TNI, Polri, Organisasi Wanita, Pemuda serta berbagai kelompok yang ikut terlibat. "Saya merasa bangga karena peserta berlomba-lomba membangun stand sesuai budaya dan ciri khas daerah masing-masing," ujarnya.

Dalam pameran itu, masing-masing peserta telah melaksanakan kegiatan dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, khususnya dibidang TTG. Baik yang ditampilkan di dalam stand maupun menggunakan audio visual.

Dengan demikian lanjut dia, secara otomatis peserta telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat, tentang berbagai kegiatan pembangunan berdasarkan bidang tugasnya masing-masing. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menunjang peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi dibidang usaha rakyat.

"Kita ketahui bersama, pembangunan sangat memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karenanya, kita semua memikul tanggung jawab yang sama dalam menumbuh kembangkan peranan terhadap pelaksanaan pembangunan," tutur Sekda.

H Agus juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan kabupaten/kota yang meraih juara dalam berbagai kriteria Gelar TTG. Yakni Kota Mataram, KSB, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kabupaten Dompu. (MA5)

Foto: Aliansi LSM saat berunjuk rasa di depan Kantor Kejari Dompu.
Dompu, Media Aspirasi - Aliansi LSM menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Jum’at (6/4). Massa aksi menuntut perlakuan hukum pada sejumlah kasus di Dompu yang dinilai tebang pilih.

Salah satu orator dalam aksi itu, Ilham Yahyu menuntut Kejari berlaku adil dalam penegakan hukum di Dompu. Hal itu disampaikan karena dinilai dari sekian banyak laporan yang masuk ke Kejari, hanya sebagian kecil saja yang diproses.

"Penegakan hukum oleh Kejari sejauh ini hanya tebang pilih. Banyak laporan yang masuk, namun hanya sedikit saja yang diproses," tudingnya.

Tudingan itu mengacu pada proses hukum yang menjerat mantan Kades Doro Peti. Padahal kata dia, masuknya laporan atas kasus tersebut terhitung cukup singkat.

"Saudara Amirullah, mantan Kades Doro Peti itu baru kemarin sore melakukan pelanggaran, masa sudah langsung ditahan. Sementara banyak laporan kasus yang masuk selama ini tidak pernah diproses. Ini jelas sekali ada permainan," tudingnya.

Mantan anggota DPRD Dompu ini membeberkan, ada sejumlah kasus Kades yang masuk ke Kejari selama ini. Diantaranya Desa Lanci Jaya, Pekat, Nanga Kara dan sejumlah kasus lainnya.

"Kok kasus yang baru muncul diproses, sedangkan kasus lama dibiarkan begitu saja," cetusnya.

Ilham menuding, proses hukum terhadap Amirullah lemah. Seharusnya kata dia, mengacu pada audit oleh BPK dan BPKP karena bersangkutan dengan dugaan penyalahgunaan uang Negara (Korupsi).

”LHP Inspektorat tidak boleh dijadikan acuan sepenuhnya. Karena itu adalah produk lokal yang belum bisa dijadikan sebagai acuan,” katanya.

Tuntutan serupa juga disampaikan sejumlah massa aksi lainnya. Mereka meminta Kejari untuk bersikap adil dalam penegakan hukum di Kabupaten Dompu. (MA5)

Foto: Sekda NTB, Ir H Rosiady MSc PhD saat melepas peserta pawai budaya di Lapangan Beringin.
Dompu, Media Aspirasi-Pawai budaya dalam rangka menyambut HUT Dompu dan Festival Pesona Tambora (FPT) digelar, Rabu (4/4). Kegiatan itu berlangsung sukses dan meriah.

Ribuan peserta yang terdiri dari masyarakat umum, unsur pemerintah, pelajar, komunitas dan paguyuban berbagai suku tumpah ruah memadati halaman Kantor Bupati Dompu dan sepanjang rute pawai. Dengan mengenakan pakaian khas daerah, rimpu dan katente.

Pawai budaya dimulai sekitar pukul 16.00 Wita. Dilepas oleh Sekda Provinsi NTB, Ir H Rosiady Sayuti MSc PhD.

Turut hadir saat itu, Anggota DPR RI, H Syafruddin, Wakil Bupati Dompu, Sekda Dompu, Kapolres Dompu, Dandim Dompu. Hadir pula jajaran pemerintah Provinsi NTB serta kepala SKPD dan jajaran pejabat Lingkup Pemda Dompu.

Pawai dimulai dari Lapangan Beringin. Melewati rute taman kota, Polres Dompu, kemudian menuju Pasar Raya dan finish di pertigaan depan Masjid Raya Baiturrahman.

Sepanjang perjalanan, peserta pawai menampilkan beragam aksi khas budaya daerah masing-masing. Baik dari Dompu, paguyuban Tionghoa, hingga Sumba NTT.
Foto: Ribuan peserta pawai budaya tumpah ruah di Lapangan Beringin.
Wakil Bupati Dompu, Arifuddin SH mengapresiasi antusias dan semangat peserta mengikuti pawai budaya tersebut. Diharapkan, kebersamaan dalam mensukseskan HUT Dompu dan FPT terus dipupuk hingga kedepannya.

"Pawai Budaya bukan sekadar kegiatan memperingatkan HUT Dompu dan FPT. Tapi, menjadi ajang silaturahmi Pemda dan masyarakat Dompu," ujarnya.

Pawai Budaya merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT Dompu dan FPT. Sebelumnya juga digelar rangkaian kegiatan lain pada tanggal 1 April, yakni Fun Bike atau sepeda santai.

"Masih banyak kegiatan lain dalam rangka memperingati HUT Dompu dan FPT tahun ini," pungkas pria yang akrab disapa Dae Arif itu. (MA5)

Foto: Sekda NTB, Ir H Rosiady Sayuti MSc Phd (kelima dari kiri) bersama sejumlah pejabat saat menghadiri pembukaan TTG di halaman Kantor Bupati Dompu.
Dompu, Media Aspirasi- Pameran Pembangunan Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-16 tingkat Provinsi NTB dimulai, Rabu (4/4) kemarin. Kegiatan yang dihelat di halaman Kantor Bupati Dompu itu dibuka Sekda NTB, Ir H Rosiady Sayuti MSc Phd.

Dalam sambutannya, Rosiady menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dompu yang berkenan menjadi tuan rumah TTG. Diharapkan kegiatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat NTB, khususnya di Kabupaten Dompu. "Semoga dengan adanya kegiatan ini silatirahim antar masyarakat NTB semakin meningkat," harapnya.

Didalam kegiatan itu kata dia, banyak kreasi yang dipamerkan oleh perwakilan tiap-tiap kabupaten/kota. Dengan demikian diharapkan dapat menunjang peningkatan produktifitas masyarakat. "Saya yakin, banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan ini," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Dompu Arifuddin SH mengatakan, gelar TTG merupakan langkah ampuh untuk meningkatkan sektor usaha di kalangan masyarakat. Melalui berbagai inovasi baru yang diciptakan dan dipamerkan pada kegiatan tersebut. "Berbagai bentuk inovasi yang telah diciptakan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi di tingkat desa, " harapnya.

Sekda Dompu, H Agus Bukhari MSi selaku koordinator penyelenggara mengungkapkan, gelar TTG diikuti masyarakat umum dan kelompok dari 10 kabupaten/kota se NTB. Kegiatan itu digelar hingga, Jum'at (6/4). "Anggaran kegiatan ini bersumber dari APBD Dompu. Totalnya Rp 400 juta, " sebutnya.

Perserta TTG akan dinilai tim penilai dari jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Berbagai item yang dinilai diantaranya, bahan yang digunakan, keaslian produk, manfaat bagi masyarakat dan sejumlah item lainnya.

Pembukaan TTG dihadiri Anggota DPR RI, H Syafrudin SE dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Hadir pula perwakilan Bupati dan Wali Kota se NTB. (MA5)

Foto: Kabag Humas Setda Dompu, Ardiansyah SE
Dompu, Media Aspirasi-Festival Pesona Tambora (FPT) dan HUT Dompu diwarnai berbagai kegiatan. Mulai dari Fun Bike yang digelar Minggu (1/4) sampai dengan upacara puncak dan Gema Budaya Religius yang akan digelar Senin (16/4) mendatang.

"Rangkaian kegiatan FPT dan HUT Dompu digelar selama dua pekan penuh, " ungkap Kabag Humas Setda Dompu, Ardiansyah SE.

Setelah Fun Bike, kegiatan dilanjutkan dengan Pawai Budaya, Rabu (4/4) besok. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Lapangan Beringin Dompu. "Ditempat yang sama juga akan digelar pameran foto budaya pesona Tambora, mulai tanggal 4 hingga 6 April," terangnya.

Secara terpisah, Kirab pataka dan obor terpijar dimulai tanggal 5 hingga 10 April. Ngaha kawiri tiap sekolah dan kecamatan dilaksanakan serentak pada tanggal 6 April. "Beberapa kegiatan digelar bersamaan disejumlah lokasi pada tanggal 7 dan 8 April. Yakni lomba drum band, sehari makan ikan di gedung pemuda, Trail Adventure di Doro Ncanga, Fun Fishing di teluk saleh serta sepeda hias di Lapangan beringin," sebutnya.


Sementara itu, Cera Labu akan diselenggarakan tanggal 9 April di Desa Soro, Kecamatan Kempo. Bersamaan juga akan dimulai Kemah Bhakti Pramuka dan Karang Taruna serta Indonesia Riders Jelajah Tambora di Sarae Nduha sampai dengan tanggal 11 April.

"Pada tanggal 10 April juga akan digelar sejumlah kegiatan. Seperti Festival Kuliner, Sepeda Wisata, bakar jagung dan minum kopi Tambora serta hiburan rakyat," beber Ardiansyah.

Puncak FPT akan digelat tanggal 11 April di Doro Ncanga dan akan diisi dengan berbagai kegiatan. Rangakaian HUT Dompu akan ditutup dengan Upacara di Lapangan Beringin dan Gema Budaya Religius di Masjid Agung Baiturahman. "Kedua kegiatan itu digelar pada tanggal 16 April," pungkasnya. (MA5)

Foto : Sekda Dompu,  H Agus Bukhari SH MSi saat melantik tiga pejabat lingkup Pemda Dompu di Ruang kerjanya.
Dompu, Media Aspirasi-Sekda Dompu, H Agus Bukhari SH MSi melantik tiga pejabat lingkup Pemda Dompu, Senin (26/3). Keterlambatan pelantikan ketiga pejabat itu disebabkan yang bersangkutan berhalangan hadir pada saat dilantik oleh Bupati beberapa waktu lalu.

Pelantikan berlangsung di ruang kerja Sekda Dompu. Ketiga pejabat yang dilantik, yakni Ir H Fahrurrazi dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan dilantik jadi Kadis Sosial. Kemudian Drs Burhanuddin dari staf ahli Bupati menjadi Kadis Ketahanan Pangan, serta Sofian Parsan ST dari Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP jadi Kabag Keuangan Setda Dompu.

"Ketiga pejabat tersebut sebenarnya dilantik bersamaan dengan 21 pejabat lain pada, Rabu (21/3). Karena ketiganya tidak hadir, sehingga dilantik hari ini (Senin (26/3), red)," terang Kabag Humas Setda Dompu, Ardiansyah SE.

Proses pelantikan ketiga pejabat tersebut berjalan sukses dan lancar. Masing-masing pejabat dilantik menyatakan kesiapannya menjalankan tugas sesuai dengan sumpah dan janjinya berdasarkan ketentuan.

Usai melantik, Sekda Dompu H Agus Bukhari SH MSi dalam arahannya meminta para pejabat yang dilantik agar mengedepankan integritas dan bekerja dengan jujur. "Para pejabat harus mampu bersikap adil dan profesional dalam memimpin," tegasnya.

Sekda juga meminta kepada ketiga pejabat usai pelantikan untuk langsung bekerja di dinas masing-masing. Kemudian segera berkoordinasi dengan para jajaran serta mengevaluasi masalah-masalah yang ada di instansi masing-masing. (MA5)

Foto : Petani di Desa Sandue tengah menjemur jagung
Dompu, Media Aspirasi -Petani disejumlah kecamatan di Kabupaten Dompu mengklaim harga jagung tahun ini mengalami penurunan dari tahun lalu. Karena hingga kemarin, harga jagung di tingkat petani masih bermain di angka Rp 2.950 per kilogram.

Penurunan harga jagung diawal panen tahun ini diperkirakan lebih dari Rp 200 per kilogram. Mengingat tahun lalu, harga awal dimulai pada angka Rp 3.200 dan terus naik hingga Rp 3.700. "Pertama kali panen tahun lalu, harga jagung di tingkat petani diatas Rp 3.000 per kilogram. Sementara tahun ini, hampir satu bulan setelah panen harganya masih Rp 2.950 per kilogram, " ungkap Burhan, petani asal Desa Taropo Kecamatan Kilo, Jum'at (23/3).

Adanya penurunan harga jagung juga diakui Ardiansyah, pengepul jagung di wilayah Kilo dan Sanggar. Penyebab ketidakstabilan harga itu diduga karena masa panen yang tidak merata. "Jumlah jagung yang sudah dipanen sejauh ini kan masih sedikit. Kemungkinan setelah panen merata mulai bulan depan akan ada kenaikan harga, " ujarnya.


Berdasarkan pantauan media ini, harga tersebut berlaku disebagian wilayah Dompu. Mulai dari Woja, Manggelewa, Kempo, Kilo, termasuk Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Penurunan harga tersebut mengancam pencapaian hasil petani. Apalagi diakui, harga jagung tahun ini berbanding terbalik dengan harga pupuk. "Harga pupuk tahun ini naik dari Rp 90.000 menjadi Rp 100.000. Kalau harga jagung terus menurun, petani jelas rugi," ujar Ikraman, petani di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar.

Para petani berharap, akan ada peningkatan harga memasuki bulan April mendatang. Pemerintah diminta turut terlibat untuk mengawal harga jagung di tingkat petani. (MA5)

Foto: Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin saat mengambil sumpah jabatan 23 pejabat eselon dua di Pandopo.
Dompu, Media Aspirasi -Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin melantik 23 pejabat jabatan tinggi pratama Eselon II, Rabu malam (21/3). Para pejabat yang dilantik merupakan peserta yang telah dinyatakan lulus tes lelang jabatan Kepala OPD.

Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung usai sholat isya di Pandopo Bupati. Dihadiri Wakil Ketua 1 DPRD Dompu, Sekda Dompu, para Kabag serta keluarga pejabat yang dilantik.

Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin menegaskan, pelantikan kali ini menjadi momen penting untuk tetap menjaga kinerja Pemda tetap baik. Dilaksanakan malam hari, karena posisi pejabat tersebut merupakan jabatan sangat penting dan strategis yang harus segera diisi.

"Kita ingin OPD tidak lagi dipimpin PLT. Karena itulah kenapa malam dilakukan," jelas H Bambang pada saat menyampaikan sambutan.

Bupati Dompu juga mengucapkan selamat atas jabatan baru yang diemban. Ia meminta pejabat yang baru ini untuk secepatnya menyesuaikan diri menyusun rencana strategis untuk instansi yang lebih baik kedepan.

Selain itu, HBY menekankan agar para pejabat yang dilantik harus mampu mengidentifikasi sejumlah masalah di satuan kerja. Kemudian merumuskan pilihan dari masalah-masalah tersebut untuk dievaluasi. “Cepatlah susun rencana strategis, bawalah instansi yang anda pimpin untuk menjadi yang lebih baik," ajaknya.

Selanjutnya para pejabat diminta untuk mempelajari dokumen-dokumen APBD. Sehingga disisa waktu delapan bulan kedepan, semua target bisa dicapai dengan maksimal. "Saya minta jangan bawa masalah untuk saya. Tetapi, membantu saya menyelesaikan masalah," tegas HBY.

Diakhir sambutannya, HBY menyampaikan alasan tidak dilantiknya pejabat eselon III secara bersamaan. Menurutnya, hal itu sengaja dilakukan karena masih ingin mempelajari profil-profil serta tingkat kinerja pejabat.

Selain itu, juga untuk menghindari terjadinya hal-hal ataupun pelanggan yang tidak diinginkan di lingkup Pemda Dompu. Apalagi belakangan ini kata dia, tidak sedikit pejabat di Indonesia yang ditangkap KPK lantaran melakukan transaksional jabatan. "Saya tidak ingin hal itu terjadi di Dompu," pungkasnya.

Adapun 23 pejabat jabatan eselon dua yang dilantik adalah Drs Burhanuddin dilantik jadi Kadis Ketahanan Pangan, Tajuddin SH sebagai staf Ahli Bupati, Ir Armansyah MSi jadi Kepala Bapedda, H Muhammad Syaiun MSi jadi Staf Ahli Bupati.

Muhammad ST MSi yang sebelum Kadis Perindag dilantik jadi Kadis Perumahan dan Pemukiman, M Amin SSos jadi Asisten III, Hairudin SH jadi Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Hj Iris Juita Kastianti jadi Kadis Kesehatan, Ir Muhammad Syaiful HS jadi Kadis Ketenagakerja dan Transmigrasi dan Ir Fakhruddin MSi jadi Kadis Kominfo.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan diisi  Ir Husni Thamrin, Ir Rusdin Staf Ahli Bupati, Zainal Arifin MSi jadi Kadis Peternakan dan Keswan, Albuhairum SSos jadi Kadis Lingkungan Hidup, Rohyani SH Jadi Kadis Perpustakaan dan Arsip.

Mantan Kadis Pariwisata Dra Hj Sri Suzana MSi dilantik jadi Kadis Perindag, Agus Salim SSos jadi Kasat Pol PP, Khairul Insyan SE MM jadi Kadis Budpar, Daryati Kusilawati MSi Kadis Pemberdayaan Perempuan , Ir Wahidin jadi Kadis Kelautan dan Perikanan.

Selain itu, Ir Muhammad Rasyidin Suryadi MSi dilantik sebagai asisten II, Soehartomo SKM MPPM jadi Kepala Inspektorat dan Ir Fakhrurozi dilantik sebagai Kadis Sosial. (MA5)

Foto: Kepala SMAN 2 Kilo, Afifudin, MPd.

Dompu, Media Aspirasi - Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sejumlah sekolah di Dompu masih dikhawatirkan berbagai kendal. Masalah urgen yang dikhawatirkan menyangkut jaringan internet,  terutama bagi sekolah yang ada di wilayah pelosok.

Seperti diakui Kepala SMAN 2 Kilo, Afifuddin MPd pada media ini, Rabu (14/3). Jaringan jadi masalah utama yang dikhawatirkan lantaran menyangkut kelancaran pelaksanaan ujian siswa. "Masalah jaringan internet dalam penyelenggaraan UNBK sangat urgen. Kalau jaringannya bermasah, jelas mengganggu kelancaran ujian siswa, " ujarnya.

Namun diakui selama tahap simulasi tidak ada kendala. Kendati demikian, pihak sekolah setempat berharap kendala jaringan tidak muncul pada saat pelaksanaan ujian yang akan digelar serentak April mendatang. "Semoga saja semuanya lancar sampai selesai, " harap Afifuddin.

Kendala lain yang dihadapi adalah ketersediaan sarana pendukung, terutama komputer. Untuk menunjang pelaksanaan UNBK tahun ini, pihak sekolah setempat harus meminjam komputer siswa dan guru. "Komputer yang tersedia di sekolah hanya 14 unit. Untuk itu kita pinjam ke siswa dan guru sebanyak 11 unit, " sebutnya.

Dengan berbagai kendala yang dihadapi, pihak sekolah setempat berharap adanya bantuan dari pemerintah dan dinas terkait. Guna menunjang kelancaran pelaksanaan UNBK kedepan. "Minimal yang kita harapkan itu ada bantuan komputer untuk sekolah penyelenggara UNBK, " pungkasnya. (MA5)

Foto: Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat meninjau lokasi pembangunan FPT Doroncanga

Dompu, Media Aapirasi-Menyusul ditetapkannya Tambora tebagai Taman Wisata Nasional, Savana Doroncanga yang menjadi pusat perhelatan Festival Pesona Tambora (FPT) akan ditata tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Disbudpar NTB, Drs Lalu Fauzal MSi.

Penataan tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas. Antara lain Museum Tambora, tempat penjualan kerajinan khas lokal dan kuliner daerah, lapangan bola, tempat ibadah, penginapan dan Home Stay. "FPT kini sudah menjadi agenda nasional dan dikemas secara global. Karena itu Doroncanga sebagai pusat perhelatan kegiatan itu akan dibangun fasilitas perdukung," ujar Lalu Fauzal.

Pembangunan berbagai fasilitas tersebut membutuhkan lahan sekitar 10 hektare. Untuk itu Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin meninjau lokasi di Doroncanga, Senin (12/3) sore lalu.

Dari hasil peninjauan tersebut, dipastikan tidak ada kendala berkaitan dengan lahan. Apalagi sebelumnya H Bambang telah berkomitmen bahwa penyediaan lahan merupakan tanggungjawab daerah. "Soal lahan tidak ada masalah. Karena ini adalah program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar H Bambang.

Orang namor satu di Kabupaten Dompu itu menyampaikan apresiasi kepada Disbudpar NTB atas adanya rencana pembangunan fasilitas di Doroncanga. Dengan harapan kedepan akan menunjang pengembangan daerah dan Provinsi NTB pada umumnya.(MA5)

Foto: Rapat koordinasi jelang FPT di Pandopo Bupati Dompu

Dompu, Media Aspirasi-Mulai tahun ini, Festival Pesona Tambora (FPT) tidak lagi menjadi agenda Kabupaten Dompu. Melainkan telah menjadi agenda lima daerah di Pulau Sumbawa, yakni Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, KSB dan Kota Bima.

Hal itu berdasarkan hasil rapat bersama Kadis Budpar NTB di Pendopo Bupati Dompu, Senin (12/3). Kelima daerah tersebut akan mendukung FPT dengan mengeksplor keunikan daerah masing-masing. "Mulai tahun ini lima daerah di Pulau Sumbawa akan terlibat mendukung FPT," ungkap Kabag Humas Pemda Dompu, Ardiansyah SE.

Khusus untuk lokasi FPT kata dia, akan tetap dihelat di Doro Ncanga. Berdasarkan kesepakatan semua daerah, rangkaian kegiatan akan dimulai tanggal 1 April dan puncaknya 11 April. "Kalau Dompu mulai tanggal 3 April. Karena ada beberapa kendala, " ungkapnya.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Kabupaten Dompu akan menggelar sejumlah kegiatan menjelang puncak FPT. Diantaranya pawai budaya, fun bike, dzikir bersama dan lain-lain. "Untuk skala lokal kita tetap ada kegiatan. Karena selain FPT, kita juga merayakan HUT dompu, " ujarnya.

Sementara di lokasi FPT lanjut dia, juga tetap digelar sejumlah kegiatan. Seperti tarian kolosal, terjun payung, pameran produk unggulan dan ciri khas daerah. "Nanti juga ada lari maraton yang akan melibatkan pelari Internasional. Peserta akan menempuh jarak sekitar 320 Kilometer, mulai dari Pelabuhan Tano sampai di Doroncanga, " pungkasnya.(MA5)

Media Aspirasi

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-1/28058894_154659935237247_4957512967608122509_n.png?oh=e15685f3106e957bc4d1d59cfa11f58c&oe=5B124344} Media online dari koran cetak Media ASPIRASI, yang merupakan media lokal di Bima, Nusa Tenggara Barat. Dengan Motto "Mengupas Data Penuh Fakta" {facebook#https://www.facebook.com/mediaaspirasi/} {twitter#https://twitter.com/MediaAspirasi} {google#https://plus.google.com/117226584361409169797}

Aden KT

{picture#https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-1/p160x160/18814149_1215037451951634_2575455190579377800_n.jpg?oh=ec906f093d30d091ff2f320adccd3d0e&oe=5B0872D2} Admin Website sekaligus penulis di Media ASPIRASI .online {facebook#https://www.facebook.com/mustamin.mnur} {twitter#https://twitter.com/} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.